Monday, December 25, 2023

Tips mendapatkan Beasiswa S3 ke Luar Negeri (part 1)

Ternyata sudah setahun saya tidak menyapa warga blogger karena tidak ada update artikel di sini 🙏. Alhamdulillah di tanggal 25 September 2023 ini saya mulai study S3 di Department of Computer Science University of Sheffield. Saya mendapatkan beasiswa BPI LN 2023 dengan pendanaan dari LPDP. Di artikel ini saya akan share beberapa tips (berdasarkan pengalam saya) mendapatkan beasiswa study ke LN.

BPI menyediakan beberapa program beasiswa untuk jenjang S1, S2 dan S3, lebih detailnya bisa langsung cek di halaman web ini dan buku panduan BPI di tahun bersangkutan (bisa jadi ada update program di tahun yg berbeda). Syarat utama untuk jenjang S3 di beberapa beasiswa adalah anda sudah mendapatkan Unconditional Letter of Acceptance (Uncon. LoA) dari kampus yang bersangkutan. Mendapatkan Uncon LoA ini setiap orang punya pengalaman yang berbeda-beda, ada yang mudah dan cepat mendapatkannya, ada juga yang harus bersusah payah mendapatkan dan butuh waktu yang tidak sebentar. 

Di artikel ini saya lebih fokus untuk membahas beasiswa S3 yang terbagi menjadi beberapa bagian yaitu (1) Mendapatkan Uncon LoA, (2) Sertifikat bahasa Inggris, (3) Menyiapkan berkas beasiswa, (4) Lingkungan yang mendukung.

1. Mendapatkan Unconditional LoA

Pengalaman saya untuk mendapatkan Uncon LoA ini tidak mudah dan cukup berliku jalannya. Dimulai tahun 2019 dimana saya melakukan koresponding dengan Prof dari TMU (Tokyo Metropolitan University) selama kurang lebih 5 bulan berdiskusi terkait proposal penelitian. Setelah itu, beliau setuju dengan proposal saya dan menyarankan mengirim aplikasi ke kampus (offline melalui pos). Selanjutnya, saya dijadwalkan untuk interview menggunakan zoom dengan beberapa Prof dari department. Beberapa minggu kemudian saya mendapatkan jawaban bahwa saya diterima di kampus TMU dan mendapatkan Uncon LoA. Sayangnya di tahun tersebut saya tidak mendapatkan beasiswa dari MEXT (usia sudah lewat) dan BUDI LN (kampus TMU tidak ada di list).

Di tahun berikutnya, saya mulai melakukan mini riset untuk mencari calon supervisor (spv) di kampus Australia dan Jepang. Kenapa 2 negara tersebut? Karena saya rencana apply beasiswa AAS dan BUDI LN (dengan list kampus yg available, karena masih pengen banget lanjut study di Jepang). Saya membuat matrix nama spv, kampus, bidang di Spreadsheet dan mendapatkan 6 nama dari Australia dan 5 nama dari Jepang. Setelah melakukan broadcast koresponding email (pastikan editorialnya berbeda setiap kirim email), saya mendapatkan response dari beberapa calon spv. Satu reply dari Prof di Macquarie Univ yang tertarik dan menjadwalkan interview, dan dua response dari Prof di Jepang yang mengatakan tidak ada space untuk PhD tahun ini dan sisanya tidak berbalas. Setelah sekitar 5 minggu saya followup dan menanyakan jadwal interview ke prof di Macquarie, ternyata tidak berbalas lagi. Saya kembali menyesal karena terlalu lama me-reply email beliau dan akhirnya hilang kesempatan mendapatkan LoA. 

Di 2022, saya mencoba apply salah satu project PhD dengan funding dari SFI Ireland. Tahap pertama adalah mengisi beberapa form dan dokumen yang diperlukan, selanjutnya saya dinyatakan lolos tahap awal dan dilanjutkan dengan seleksi tahap kedua. Di tahap ini, kita diminta membaca paper "AI and the Everything in the Whole Wide World Benchmark" dan menjawab beberapa pertanyaan seperti:  provide a brief description of the key contributions and address the significance of the findings, briefly describe some of the key strengths and weaknesses you find with this paper, the approach taken by the authors, and the clarity and ease of understanding of the writing (max 450 words). Beberapa minggu kemudian saya mendapatkan email bahwa saya belum dinyatakan lolos dan masuk ke reserved list (akan mendapatkan info jika ada kandidat yang mengundurkan diri). Sampai pada batas waktu yang ditentukan, saya tidak mendapatkan panggilan di tahap selanjutnya dan saya memutuskan melupakan track beasiswa ini. 

Di tahun yang sama saya apply beasiswa Stipendium Hungaricum (SH Hungaria), dan beasiswa Bridging Course (BC) dari Kemdikbud Dikti. Di beasiswa SH saya lolos di tahap administrasi dan mendapatkan interview di 2 kampus yaitu: ELTE dan Szeged Univ. Tetapi di tahap akhir interview ini, saya tidak lolos dari ke dua kampus tersebut. Hal ini (menurut saya) karena saya tidak melakukan korespondensi dengan calon spv sebelumnya sehingga track riset yang saya usulkan tidak ada yang sesuai dengan beberapa calon spv di kampus-kampus tersebut.

The sculpture of the eagle in front of The Diamond

Beasiswa BC (beasiswa non-degree) ini merupakan langkah awal saya mendapatkan Uncon LoA di University of Sheffield, dimana proses mendapatkan beasiswa BC tersebut saya tulis lengkap di artikel ini. Selama mengikuti kegiatan BC, saya melakukan pencarian beberapa calon spv di NLP Group. Setelah mendapatkan 3 nama, saya mulai kontak salah satu calon spv untuk diskusi terkait tema penelitian. Dua hari kemudian beliau membalas email dan mengundang saya untuk bertemu secara langsung. Alhamdulillah saya berkesempatan tinggal di Sheffield selama 2 bulan sehingga memungkinkan bertemu secara langsung (offline). Di email balasan, beliau memberi tahu untuk bertemu di dekat patung Elang di depan The Diamond building. Pada hari-H (18 Nov 2022), saya bertemu beliau dan diajak ke salah satu Coffee shop untuk diskusi lebih lanjut. Diskusi ini tidak terlalu formal, dan berkisar tentang pertanyaan latar belakang, kenapa mau lanjut PhD, kenapa memilih dia, dan pengalaman riset. Setelah itu, beliau menyarankan saya untuk segera submit aplikasi di University untuk mendapatkan LoA, beliau juga memberi masukan untuk submit proposal dengan tema yang dia pilihkan. Setelah melengkapi dokumen dan submit ke Universitas, selanjutnya saya dijadwalkan untuk formal interview dengan calon spv dan salah satu Prof di Department. Saya mendapat jadwal interview hari Jumat (16 Des 2024) beberapa hari sebelum kembali ke Indonesia. Interview tersebut kurang lebih sama seperti ketika saya bertemu calon spv pertama kali lebih banyak diskusi tentang background dan motivasi studi S3. 

Tanggal 27 Jan 2023, setelah kembali ke Indonesia, saya mendapatkan Uncon. LoA dari Universitas. Kemudian saya memberi kabar ke spv dan memberi info bahwa saya akan apply beasiswa dari Pemerintah Indonesia.

Dari pengalaman yang sudah saya lakukan sekitar 4 tahun, untuk mendapatkan Uncon. LoA hal-hal berikut ini yang perlu diperhatikan:

  1. Pastikan anda sudah menentukan spesifik bidang/tema penelitian untuk study S3. 
  2. Explore background dari calon spv, pastikan bidang beliau fit/sama dengan tema yang akan kita ambil untuk study S3.
  3. Lakukan korespondensi melalui email (Jika anda ingin mendapatkan contoh korespondensi email, bisa tuliskan alamat email anda di comment).
  4. Jangan baper jika ditolak atau tidak mendapat respon. Cari calon spv dari kampus lain (Bisa dilakukan secara paralel)
  5. Siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk submit aplikasi (Pelajari syarat yang dibutuhkan di website department atau Universitas). 
  6. Banyak-banyak berdoa, minta doa restu dari keluarga dan orang tua.
Untuk poin-poin lainnya insya Allah saya akan tulis di artikel berikutnya, ternyata membahas terkait Uncon. LoA ini sudah cukup banyak. Terima kasih, semoga bermanfaat.

0 comments:

Post a Comment