Search This Blog

Monday, December 31, 2018

Alasan kenapa update ke Android 9


Setelah dipastikan rilis Android versi 9 atau P dengan codename "Pie" pada tanggal 6 Agustus 2018 kemarin, akhirnya di penghujung tahun 2018 ini kebagian juga update di Mi A1. Seperti pada update-update Android OS sebelumnya, saya tidak begitu tertarik dengan fitur-fitur baru yang ditawarkan. Selama masih oke untuk produktifitas kerjaan dan hoby, fitur-fitur tersebut bagi saya sebagai tambahan saja.

Pada Xiaomi Mi A1, ukuran file update Android P sekitar 1074 MB atau 1GB lebih sedikit. Setelah berhasil update ke Android P, saya coba explore fitur-fitur terbarunya, seperti adaptive battery, adaptive display dan digital wellbeing.

Tetapi pada update Android versi ini, saya tertarik untuk mempelajari aplikasi Digital Wellbeing dari Google. Aplikasi ini dapat meng-identifikasi pengguna ketika melakukan aktivitas di smartphone. Bahkan bisa detail sampai ke setiap aplikasi yang ada. Misal dalam sehari kita menggunakan Whatsapp selama berapa jam, berapa kali membukanya dan berapa jumlah notifikasinya.

Aplikasi Digital Wellbeing
Screen time dan timer limit setiap aplikasi
Bahkan kita bisa mengatur limit dari setiap aplikasi dalam sehari, contohnya Whatsapp bisa kita set sehari maksimal 30 menit, maka setelah lewat dari 30 menit kita tidak dapat membuka aplikasi Whatsapp dan icon menjadi disable. Bagi yang peduli dengan produktivitas aplikasi ini sangat berguna, dengan mempelajari history statistik penggunaan smartphone bisa menjadikan motivasi untuk meningkatkan produktivitas.

Saya sendiri memanfaatkan aplikasi ini untuk mengurangi penggunaan Whatsapp dan meningkatkan penggunaan beHafizh pada beberapa minggu ini, semoga bisa menjadi lebih baik dalam meningkatkan produktifitas dan kebermanfaat banyak orang.

Selamat mencoba untuk mencicipi Pie dari Android 9