Search This Blog

Friday, June 28, 2019

Cara mudah membuat kutipan di Microsoft Word


Dari pengalaman saya membimbing mahasiswa/i dalam penulisan skripsi atau publikasi ilmiah, tidak ada satupun yang tidak menggunakan Microsoft Word. Belum pernah saya menemukan satupun dari mereka yang menggunakan Open Office atau Libre Office dalam menuliskan naskah ilmiah, apalagi menggunakan LaTeX. Setelah beberapa kali diskusi dengan mahasiswa/i bimbingan saya ternyata beberapa dari mereka belum paham penggunaan fitur sitasi otomatis di Microsoft Word. Padahal sebagian besar saya membimbing pada prodi Informatika 😂😂

Di posting kali ini saya akan share cara mudah dalam menggunakan fitur sitasi/kutipan/referensi. Untuk contohnya disini saya gunakan Microsoft Word Office 365, untuk versi Word yang lainnya  kurang lebih sama juga caranya.

Sebelum kita mulai cara menggunakan sitasi di Word, yang perlu diperhatikan adalah sumber referensi apa saja yang bisa kita gunakan untuk karya ilmiah khususnya skripsi. Berikut daftar sumber referensi tersebut:
  1. Buku dengan nomer ISBN resmi,
  2. Jurnal Cetak atau Jurnal Online
  3. Surat kabar atau Majalah
  4. Naskah Skripsi
  5. Website resmi instansi/perusahaan yang bereputasi
Khusus website ini kita tidak bisa menggunakan web asal-asalan, seperti blog, wikipedia atau tulisan orang yang tidak ilmiah. Tetapi kita bisa mengambil sumber referensi dari website dimana yang menerbitkan adalah instansi/perusahaan yang bereputasi. Contohnya anda menggunakan sumber referensi dari dokumentasi framework CodeIngniter di website, naah.. hal itu bisa kita gunakan karena diterbitkan oleh instansi resmi yaitu British Columbia Institute of Technology sebagai pengembang framwork CodeIgniter. Amannya silahkan diskusikan dengan dosen pembimbing untuk masalah sumber referensi web ini.

Oke, kita mulai saja cara menggunakan sitasi di Word. Setelah kita buka aplikasi Word, pilih tab Referensi atau References kemudian terdapat satu blok bagian Referensi yang nantinya akan kita gunakan. Seperti pada gambar dibawah ini


Untuk menambah daftar referensi, pertama klik tombol Kelola Sumber/Citations yang akan memunculkan window Pengelola Sumber. Jika belum ada data sumber yang akan digunakan, klik tombol Baru dimana akan muncul tampilan window Buat Sumber. Selanjutnya isikan tipe sumber (buku, situs web, artikel jurnal, laporan, paten, dll), pengarang, judul, tahun, kota dan penerbit. Untuk beberapa tipe sumber field tersebut tidak wajib diisikan, tetapi lebih baiki lagi jika semua field terisi, untuk memperjelas dan lebih detail informasi sumber referensi karya kita.

Window Pengelola Sumber
Window Buat Sumber, contoh menambahkan referensi tipe Buku
Setelah kita tambahkan beberapa sumber referensi, pada window Pengelola Sumber akan muncul daftar referensi tersebut. Supaya dapat digunakan pada file kita, maka pindahkan daftar referensi tersebut ke bagian kanan (Daftar saat ini) menggunakan tombol Salin ->

Cara melakukan kutipan pada paragraf yang kita tuliskan yaitu dengan cara memilih tombol Sisipkan Kutipan/Insert Citation, kemudian pilih sumber referensi yang muncul, maka secara otomatis pada paragraf akan muncul kutipan tersebut.


Menambahkan kutipan (Dengan style IEEE)
Pada gambar diatas kita menambah kutipan dengan style IEEE. Terdapat beberapa style yang digunakan dalam membuat kutipan dan Daftar pustaka seperti, APA, Chicago, Harvard, dll. Setiap perguruan tinggi mempunyai standard style dalam penulisan skripsi/karya ilmiah, silahkan tanyakan ke dosen pembimbing atau redaksi penerbit jurnal untuk aturan style penulisannya.

Dalam membuat daftar pustaka, kita juga dapat memanfaatkan fitur di Word ini dengan memilih tombol Bibliografi, maka secara otomatis akan tergenerate daftar pustaka pada tulisan kita. Jika pada saat proses penulisan kita menambahkan beberapa referensi baru dan perlu ditampilkan di daftar pustaka, kita dapat melakukan pembaharuan dengan cara menempatkan kursor pada tulisn daftar pustaka kita, kemudia akan muncul tombol Perbarui Kutipan dan Bibliografi, pilih tombol tersebut maka daftar pustaka dan kutipan kita akan terupdate.


Membuat daftar pustaka otomatis
Kita dapat juga merubah penggunaan style dengan cara klik tombol dropdown pada bagian Gaya, kemudian pilih style yang kita inginkan, maka otomatis pada kutipan di paragraf kita dan daftar pustaka akan berubah menyesuaikan style pilihan tersebut.

Cukup mudah khan menggunakan fitur Referensi di Microsoft Word, jangan sampai masalah penulisan kutipan dan pustaka menghabiskan waktu kita dalam menyelesaikan penulisan skripsi.

Selamat mencoba, Semoga bermanfaat..

PS: Silahkan tinggalkan komentar jika ada pertanyaan

------------------------
Contoh style IEEE
------------------------
Algoritma Bee Colony telah digunakan pada pencarian rute terpendek untuk pengiriman distribusi Carica di Nida Food Wonosobo, dimana untuk distribusi pengiriman pada 13 toko diperlukan jarak terpendek yaitu 54,35 km [1]

DAFTAR PUSTAKA
[1] M. D. Arifin and A. D. Laksito, "IMPLEMENTASI ALGORITMA BEE COLONY UNTUK OPTIMASI RUTE DISTRIBUSI CARICA NIDA FOOD WONOSOBO," Jurnal Sistem Informasi (Sistemasi), pp. 243-253, 2019.
[2] A. D. Laksito, K. Kusrini, H. Sismoro, F. Rahmawati and M. Yusa, "A Comparison Study of Search Strategy on Collecting Twitter Data for Drug Adverse Reaction," in 2nd International Seminar on Application for Technology of Information and Communication, Semarang, 2018.
[3] P. S. Vilarino and C. P. Sanchez, PHP Microservices, Birmingham: Packt Publishing Ltd., 2017.

------------------------
Contoh style APA
------------------------
Algoritma Bee Colony telah digunakan pada pencarian rute terpendek untuk pengiriman distribusi Carica di Nida Food Wonosobo, dimana untuk distribusi pengiriman pada 13 toko diperlukan jarak terpendek yaitu 54,35 km (Arifin & Laksito, 2019)

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, M. D., & Laksito, A. D. (2019). IMPLEMENTASI ALGORITMA BEE COLONY UNTUK OPTIMASI RUTE DISTRIBUSI CARICA NIDA FOOD WONOSOBO. Jurnal Sistem Informasi (Sistemasi), 243-253.

Laksito, A. D., Kusrini, K., Sismoro, H., Rahmawati, F., & Yusa, M. (2018). A Comparison Study of Search Strategy on Collecting Twitter Data for Drug Adverse Reaction. 2nd International Seminar on Application for Technology of Information and Communication. Semarang.

Vilarino, P. S., & Sanchez, C. P. (2017). PHP Microservices. Birmingham: Packt Publishing Ltd.

--------------------------
Contoh style Chicago
--------------------------
Algoritma Bee Colony telah digunakan pada pencarian rute terpendek untuk pengiriman distribusi Carica di Nida Food Wonosobo, dimana untuk distribusi pengiriman pada 13 toko diperlukan jarak terpendek yaitu 54,35 km (Arifin and Laksito 2019)

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Muhammad Darwis, and Arif Dwi Laksito. "IMPLEMENTASI ALGORITMA BEE COLONY UNTUK OPTIMASI RUTE DISTRIBUSI CARICA NIDA FOOD WONOSOBO." Jurnal Sistem Informasi (Sistemasi), 2019: 243-253.

Laksito, Arif Dwi, Kusrini Kusrini, Heri Sismoro, Fita Rahmawati, and Mochammad Yusa. "A Comparison Study of Search Strategy on Collecting Twitter Data for Drug Adverse Reaction." 2nd International Seminar on Application for Technology of Information and Communication. Semarang, 2018.

Vilarino, Pablo Solar, and Carlos Perez Sanchez. PHP Microservices. Birmingham: Packt Publishing Ltd., 2017.

Wednesday, June 26, 2019

Bagaimana memulai belajar Javascript?


Sebelum saya share tentang bagaimana memulai mempelajari javascript secara praktis, kita coba pahami dulu kenapa kita harus mempelajari bahasa pemrograman ini. JavaScript adalah salah satu bahasa pemrograman web yang paling kuat dan fleksibel. Apalagi bagi anda yang ingin berkarir sebagai web-developer, kemampuan yang baik dalam menggunakan bahasa ini mutlak diperlukan. Atau para mahasiswa yang mengambil tema web dalam skripsinya jangan sampai tidak paham dengan javascript, dosen pembimbing atau dosen penguji siap meberondong pertanyaan2 ke anda.

Perangkat komputer/laptop yang anda gunakan untuk menggunakan javascript tidak membutuhkan spesifikasi yang besar, kita hanya memerlukan web browser dan text editor yang sangat ringan digunakan seperti: Notepad++, Sublime atau Atom. Klopun anda memiliki spesifikasi laptop yang gahar/super bisa menggunakan PHPStorm atau Visual Studio Code.

PHPStorm ini adalah IDE dari Jetbrains yang berbayar dan anda bisa menggunakan trial 30 hari. Atau jika anda sebagai mahasiswa dosen, atau tenaga pendidik dan memiliki email resmi dari kampus, anda bisa mendaftarkan lisensi pendidikan gratis. Saya sudah menggunakan selama 3 tahun versi free educational licenses ini, dimana setiap tahun perlu mengisi form untuk extends masa aktif. Dengan satu aktivasi tersebut kita bisa mendapatkan free produk Jetbrains yang lain, seperti: Datagrip, WebStorm, AppCode, RubyMine, dll. Untuk detail free lisensinya anda bisa menuju ke link ini

Jetbrains Free Educational Licenses 

Ohh maaf, jadi pembahasan Jetbrains inih 😂😁

Untuk mempelajari javascript, paling tidak anda sudah paham dengan HTML dan CSS sebagai bahasa markup dan style untuk membangun sebuah website. Javascript sangat erat berkaitan dengan HTML dan CSS. Dimana javascript ini bertugas membuat tampilan website menjadi lebih interaktif dan dinamis.

Perlu diketahui bahwa jascript ini berbeda dengan Java, tidak ada kaitan dan hubungan antara bahasa pemrograman javascript dan Java. Java merupakan bahasa pemrograman berorientasi Objek yang di kembangkan oleh Sun dan saat ini sudah diambil alih oleh Oracle. Sedangkan javascript dikembangkan oleh Brendan Eich yang saat itu bekerja untuk Netscape dimana awalnya bernama Live Script. Kemungkinan untuk alasan marketing dan popularitas, Netscape mengubah namanya menjadi Javascript.

Konsep tentang algoritma pemrograman merupakan nilai plus untuk menguasai javascript. Meskipun anda belum pernah mempelajari algoritma pemrograman anda bisa mempelajarinya bersamaan dengan belajar javascript. Modal untuk bisa menguasai javascript adalah koneksi, konsisten dan komintmen. Yaa.. anda harus mempunyai koneksi internet yang oke dan komitmen untuk meluangkan waktu mempelajarinya. 

Berikut ini tahapan untuk memulai mempelajarinya:
  1. Pelajari blog di malasngoding.com tentang javascript. Artikel ini berbahasa indonesia dan cukup lengkap tahap-tahap untuk dasar teori dan best-practise javascript. Terdapat 13 bagian dan kurang lebih diperlukan waktu sekitar 10 jam untuk menyelesaikannya. Berikut alamat webnya: https://www.malasngoding.com/belajar-javascript-pengertian-dan-pengenalan-javascript/

  2. Ikuti e-course gratis di dicoding.com pada materi Web Fundamental. Disini selain mempelajari javascript, juga terdapat materi HTML dan CSS. Anda harus registrasi dulu untuk bisa bergabung di course ini. Dari pengalaman saya sebelumnya e-course dicoding ini terstruktur dalam menyusun materi dan memudahkan dalam memahami konsep pemrograman yang kita pelajari. Batas waktu menyelesaikan e-course ini adalah 30 hari, maka anda harus mengatur waktu sebaik mungkin dan konsisten menyelesaikannya. Langsung saja menuju link berikut: https://www.dicoding.com/academies/123
Menurut saya dari blog dan e-course diatas sangat efektif untuk membangun dasar skill pemrograman javascript. Selain mempelajari dari 2 materi tersebut bisa juga dicoba beberapa blog atau e-course berikut ini:
Selamat belajar javacript yaa, semoga 1-2 bulan kedepan setelah membaca artikel ini anda bisa menguasai pemrograman javascript dan bisa bermanfaat untuk kehidupan anda atau orang-orang disekitar, hehee...

InshaAllah selanjutnya saya akan share artikel best-practise dalam mengembangkan web menggunakan javascript